Showing posts with label Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Elektronika. Show all posts

Monday, May 5, 2014

KONTES ROBOT INDONESIA (KRI) 2014 REGIONAL IV

Alhamdulilahirrohmanirrohim ....

     Universitas Negeri Malang (UM) berhasil sukses menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI) yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-3 Mei 2014 di Gedung megah Graha Cakrawala.

     Kegiatan ini diikuti oleh 79 tim yang terdiri dari kategori KRAI (Kontes Robot Abu Indonesia), KRSI (Kontes Robot Seni Indonesia), KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia), KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Beroda / Berkaki). Dari 79 tim sangat antusias mengikuti lomba ini untuk memperjuangkan nama baik universitas masing-masing untuk memperebutkan posisi mewakili regional IV ke tingkat Nasional.

      Bapak Soeparno selaku Rektor Universitas Negeri Malang sangat berbangga hati kepada seluruh panitia dan para dosen yang telah mempersiapkan dan mensukseskan acara ini dengan sebaik-baiknya. Beliau juga mengucapkan

OSCILLATOR COLPITTS

MODUL OSILATOR COLPITTS


ABSTRAK
Osilator merupakan rangkaian untuk mengubah daya DC menjadi daya AC atau dengan perkataan lain sinyal output akan dihasilkan tanpa adanya sebuah sinyal input yang diberikan. Osilator dirancang untuk menghasilkan GGL (Gaya Gerak Listrik) bolak-balik dengan frekuensi dan bentuk gelombang yang diketahui, seperti gelombang sinus, gelombang kotak dan gelombang gergaji. Pada dasarnya untuk menghasilkan getaran frekuensi agar dapat berosilasi digunakan rangkaian tangki dari  LC yang disambungkan dengan rangkaian umpan balik.
Osilator Colpits ditemukan oleh Edwin Colpitts yang merupakan topologi osilator yang efektif digunakan untuk pembangkit gelombang sinus pada rentang frekuensi antara 10kHz hingga 10 MHz. Pada rangkaian osilator colpitts menggunakan dua buah kapasitor pada rangkaian tangkinya. Fungsi dari kedua kapasitor ini adalah sebagai pembagi tegangan keluaran dan masukan penguat. Pada osilator colpitts, Pengaturan kumparan dan perubahan harga kapasitor menentukan frekuensi yang dihasilkan.

Kata kunci: Osilator, Osilator Colpitts, Rangkaian, Sinyal Output, Sinyal Input

DASAR TEORI

Dasar dari sebuah osilator yaitu sebuah rangkaian penguat dengan feedback. Adapun beberapa bagian yang menjadi syarat untuk sebuah osilator agar terjadi osilasi adalah rangkaian penguat, rangkaian feedback, dan rangkaian tank circuit.
Rangkaian feedback yaitu suatu rangkaian umpan balik yang sebagian sinyal keluarannya dikembalikan lagi ke masukan, hal ini salah satu sistem agar terjadinya tegangan dan phase yang sama antara input dan output. Pada umumnya rangkaian feedback menggunakan komponen pasif yaitu R dan C. (Malvini, 1993)
Tank circuit adalah rangkaian yang menentukan frekuensi kerja dari osilator frekuensi pembawa (carrier), dengan menggunakan komponen L dan C semakin tinggi frekuensi maka semakin kecil harga komponen yang digunakan. Menggunakan R dan C frekuensi yang dihasilkan tidak akan bisa mencapai harga yang paling tinggi karena terbatasnya harga resistor.
Fenomena osilasi tercipta karena ada ketidak-stabilan pada sistem penguat dengan umpanbalik. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut, yaitu sistem penguat A dengan umpan balik B. Biasanya sistem umpanbalik dibuat untuk mencapai suatu keadaan stabil pada keluarannya dengan mengatur porsi penguatan umpanbalik dengan nilai tertentu. Namun ada suatu keadaan dimana sistem menjadi tidak stabil. Secara matematis sistem ini dimodelkan dengan rumus 1.

Gambar 1. Sistem penguat dengan umpanbalik

PEMROGRAMAN PADA BORLAND DELPHI 7

PEMROGRAMAN PADA BORLAND DELPHI 7

Pengenalan Program

Delphi adalah sebuah perangkat lunak (bahasa pemrograman) untuk membuat program / aplikasi komputer berbasis windows. Delphi merupakan bahasa pemograman berbasis objek, artinya semua komponen yang ada merupakan objek-objek.  Ciri sebuah objek adalah memiliki nama, properti dan method/procedure.  Delphi disebut juga visual programming artinya komponen-komponen yang ada tidak hanya berupa teks (yang sebenarnya program kecil) tetapi muncul berupa gambar-gambar. Delphi juga memiliki bahasa mirip dengan pascal. Jadi bila anda telah menguasai pascal barangkali tidak akan kesulitan dalam menggunakan program ini. Perbedaan mendasar antara delphi dengan pascal adalah bahwa delphi memiliki OOP(object orientation program) atau program yang berorientasi ke objek. Dengan demikian delphi lebih mudah digunakan dibandingkan dengan pascal, karena anda hanya tinggal mengatur properti atau sifat dari objek dan menambahkan sedikit pengkodean.

Sejarah Delphi
1.      Delphi versi 1 (berjalan pada windows 3.1 atau windows 16 bit)
2.      Delphi versi 2 (bejalan pada windows 95 atau Delphi 32 bit
3.      Delphi versi 3 (berjalan pada windows 95 keatas dengan tambahan fitur internet atau web)
4.      Perkembangan selanjutnya diikuti dengan Delphi versi 4,5 dan 6
5.      Versi terkini dari Delphi adalah versi 7 dengan tambahan vitur net. Dengan tambahan file XML

OOP (Object Oriented Programming)
OOP adalah metode pemrograman yang terdapat pada Delphi dengan membentuk sebuah aplikasi yang mendekati kedalam dunia yang sesungguhnya. Berikut tiga unsur dari OOP:

RS FLIP-FLOP

RS FLIP-FLOP



DASAR TEORI
              RS Flip-flop yaitu rangkaian flip-flop yang mempunyai 2 jalan keluar Q dan Q’. Simbol-simbol yang ada pada jalan keluar selalu berlawanan satu dengan yang lain. RS flip-flop adalah flip-flop dasar yang memiliki 2 masukan yaitu R (reset) dan S (set).
RS Flip-Flop dapat disusun dari dua gerbang NAND dan dua gerbang NOR. Berikut merupakan rangkaian Flip-flop denganmenggunakan gerbang NAND dan menggunakan gerbang NOR, perbedaan dari kedua Flip-flop adalah pada NAND tidak diijinkan adanya Set = 0 dan Reset = 0, pada NOR tidak diijinkan adanya Set = 1 dan Reset = 1. Pada Flip-flop kondisi yang diinginkan adalah antara kedua output selalu memiliki nilai biner yang berlawanan, yaitu Q = 1 maka Q = 0 atau sebaliknya Q = 0 maka Q = 1 dengan demikian nilai biner dapat dipegang. Bergulingnya nilai 0 ke 1 atau 1 ke 0 pada output Flip-flop adalah berdasar Set dan Reset yang diberikan pada input (lihat pada tabel kebenaran).


Gambar 2.1 RS Flip – Flop dengan gerbang NOR

Gambar 2.1 RS Flip – Flop dengan gerbang NAND

Berikut merupakan diagram pulsa untuk RS Filp – Flop:
Gambar 2.3 Diagram Pulsa RS Flip – Flop
Dari Gambar 5.103 kita lihat saat t0-t1 R dan S pada kondisi High untuk

Thursday, May 1, 2014

APLIKASI SENSOR PHOTO DIODA SEBAGAI
PENGAMAN OTOMATIS

Pada dasarnya rangkaian Pengaman Otomatis menggunakan Sensor Photo Dioda ini terdapat 4 bagian utama, yaitu bagian sensor, bagian komparator, bagian penguat Non-Inverting, dan bagian output buzzer / alarm. Berikut penjelasannya:

PRINSIP KERJA SENSOR
                              Sensor yang digunakan adalah sensor photo diode. Sensor ini nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi no-reverse bias. Untuk sumber cahaya menggunakan cahaya laser. Cahaya ini sangat terang sehingga cukup untuk mensuplai cahaya ke photo dioda.
Cara Kerja: