Monday, May 5, 2014

PEMROGRAMAN PADA BORLAND DELPHI 7

PEMROGRAMAN PADA BORLAND DELPHI 7

Pengenalan Program

Delphi adalah sebuah perangkat lunak (bahasa pemrograman) untuk membuat program / aplikasi komputer berbasis windows. Delphi merupakan bahasa pemograman berbasis objek, artinya semua komponen yang ada merupakan objek-objek.  Ciri sebuah objek adalah memiliki nama, properti dan method/procedure.  Delphi disebut juga visual programming artinya komponen-komponen yang ada tidak hanya berupa teks (yang sebenarnya program kecil) tetapi muncul berupa gambar-gambar. Delphi juga memiliki bahasa mirip dengan pascal. Jadi bila anda telah menguasai pascal barangkali tidak akan kesulitan dalam menggunakan program ini. Perbedaan mendasar antara delphi dengan pascal adalah bahwa delphi memiliki OOP(object orientation program) atau program yang berorientasi ke objek. Dengan demikian delphi lebih mudah digunakan dibandingkan dengan pascal, karena anda hanya tinggal mengatur properti atau sifat dari objek dan menambahkan sedikit pengkodean.

Sejarah Delphi
1.      Delphi versi 1 (berjalan pada windows 3.1 atau windows 16 bit)
2.      Delphi versi 2 (bejalan pada windows 95 atau Delphi 32 bit
3.      Delphi versi 3 (berjalan pada windows 95 keatas dengan tambahan fitur internet atau web)
4.      Perkembangan selanjutnya diikuti dengan Delphi versi 4,5 dan 6
5.      Versi terkini dari Delphi adalah versi 7 dengan tambahan vitur net. Dengan tambahan file XML

OOP (Object Oriented Programming)
OOP adalah metode pemrograman yang terdapat pada Delphi dengan membentuk sebuah aplikasi yang mendekati kedalam dunia yang sesungguhnya. Berikut tiga unsur dari OOP:

RS FLIP-FLOP

RS FLIP-FLOP



DASAR TEORI
              RS Flip-flop yaitu rangkaian flip-flop yang mempunyai 2 jalan keluar Q dan Q’. Simbol-simbol yang ada pada jalan keluar selalu berlawanan satu dengan yang lain. RS flip-flop adalah flip-flop dasar yang memiliki 2 masukan yaitu R (reset) dan S (set).
RS Flip-Flop dapat disusun dari dua gerbang NAND dan dua gerbang NOR. Berikut merupakan rangkaian Flip-flop denganmenggunakan gerbang NAND dan menggunakan gerbang NOR, perbedaan dari kedua Flip-flop adalah pada NAND tidak diijinkan adanya Set = 0 dan Reset = 0, pada NOR tidak diijinkan adanya Set = 1 dan Reset = 1. Pada Flip-flop kondisi yang diinginkan adalah antara kedua output selalu memiliki nilai biner yang berlawanan, yaitu Q = 1 maka Q = 0 atau sebaliknya Q = 0 maka Q = 1 dengan demikian nilai biner dapat dipegang. Bergulingnya nilai 0 ke 1 atau 1 ke 0 pada output Flip-flop adalah berdasar Set dan Reset yang diberikan pada input (lihat pada tabel kebenaran).


Gambar 2.1 RS Flip – Flop dengan gerbang NOR

Gambar 2.1 RS Flip – Flop dengan gerbang NAND

Berikut merupakan diagram pulsa untuk RS Filp – Flop:
Gambar 2.3 Diagram Pulsa RS Flip – Flop
Dari Gambar 5.103 kita lihat saat t0-t1 R dan S pada kondisi High untuk

Thursday, May 1, 2014

APLIKASI SENSOR PHOTO DIODA SEBAGAI
PENGAMAN OTOMATIS

Pada dasarnya rangkaian Pengaman Otomatis menggunakan Sensor Photo Dioda ini terdapat 4 bagian utama, yaitu bagian sensor, bagian komparator, bagian penguat Non-Inverting, dan bagian output buzzer / alarm. Berikut penjelasannya:

PRINSIP KERJA SENSOR
                              Sensor yang digunakan adalah sensor photo diode. Sensor ini nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi no-reverse bias. Untuk sumber cahaya menggunakan cahaya laser. Cahaya ini sangat terang sehingga cukup untuk mensuplai cahaya ke photo dioda.
Cara Kerja: